Pengemis Kaya
1. Di suatu
desa ada sebuah rumah yang besar dan mewah. Pekarangannya pun besar, ada banyak
pohon dan bunga yang berwarna-warni, bahkan ada beberapa motor bagus. Begitulah
rumah seseorang yang bernama Dadap, seorang pengemis kaya.
2. Pada
suatu pagi, Dadap bangun pagi-pagi sekali. Ia bergegas mandi, lantas ia pergi
ke meja makan untuk sarapan. Setelah itu, ia mengganti pakaiannya dengan baju
yang sudah kumal. Ia mengambil alat-alat yang digunakannya untuk bekerja,
lantas pergi ke tempat kerja.
3. Ia pun
menuju ke tempat favoritnya, yaitu Pasar gading. Dengan sigap ia menyiapkan
diri dengan ber-iba-iba melewati beberapa orang sambil berkata, “Kasihanilah
saya, saya belum makan 3 hari, Tuan”. Yang melihatnya pun kasihan, lantas
merogoh saku dan memberi Dadap uang seribuan rupiah.
Hari makin siang. Semakin jarang orang
lewat. Pasar menjadi sepi. Dadap pun pindah ke tempat lain.
Ia menuju ke tempat lain, yaitu di
depan Rumah Makan. Ia kembali beriba-iba di depan orang yang melewatinya sambil
berkata, “Kasihanilah saya, Tuan. Anak saya sedang sakit di rumah”. Beberapa
orang pun memberinya uang.
Karena sudah merasa sedikit lelah,
Dadap pun beristirahat. Ia menuju ke wedangan. Di sana, ia menghitung uangnya.
Ia mendapatkan uang yang
cukup banyak, yaitu 90 ribu. Lantas ia pun menukarkan uang-uang receh yang
diperolehnya dengan uang yang lebih besar nominalnya.
4. Setelah
dirasa cukup istirahatnya, ia kembali melanjutkan pekerjaannya. Kali ini, ia
menuju ke Lampu merah. Dia menghampiri mobil-mobil yang berhenti sambil
beriba-iba dan berkata, “Kasihanilah saya, Tuan. Ibu saya sedang sakit di
rumah”. Beberapa orang ada yang memeberinya uang, tetapi ada juga yang tidak.
Ketika lampu lalu lintas menunjukkan warna hijau, Dadap menepi dan duduk di
trotoar sambil menunggu lampu lalu lintas menunjukkan warna merah kembali.
Tetapi tiba-tiba dari arah yang berlawanan datang mobil Satpol PP. Para
pengemis dan pedagang kaki lima berlari-lari menyelamatkan diri. Begitupun
dengan Dadap. Belum sempat ia melarikan diri, ia ditarik oleh salah satu
petugas dan dinaikkan ke mobil patroli.
Ia pun dibawa ke Balai Sosial. Di sana
ia diberi pengarahan agar tidak mengemis lagi. Bahkan ia pun di beri pekerjaan
yang lebih layak.
5. Namanya
juga Dadap. Diberi pengarahan sepanjang apapun juga tetap tidak sadar. Ia
bahkan menyogok petugas agar ia dibebaskan dan
dibiarkan untuk mengemis lagi. Sepertinya ia lebih memilih belas kasihan dari
orang daripada berusaha dengan tenaganya sendiri.
Bagus sekali, sudah sistematis. Hanya ada kesalahan pada penulisan huruf besar dan kecil, seperti Pasar gading, Rumah Makan.Lampu merah harusnya Pasar Gading, rumah makan, lampu.
BalasHapusTulis pikiran Anda yang lain dan jangan berhenti menulis.
A